Senin, 24 Januari 2011

Atlantis dan Crop Circle di Sleman


Adalah Prof. Arysio Santos seorang geolog dan fisikawan nuklir Brazil yang telah melakukan penelitian selama kurang lebih 30 tahun untuk membuktikan bahwa Atlantis benar adanya dan bukan sekedar rekaan seorang Plato, tentu sebagai seorang pakar dalam bidangnya Prof. Arysio tidak berani sembarangan mempertaruhkan kreditbilitas dengan memberikan argumentasi-argumentasi alah kadarnya.
Dan yang lebih mengejutkan beliau berani “menyatakan bahwa Atlantis benar adanya dan benar pula keberadaan disekitar wilayah Indonesia” yang membuat dunia arkeologi heboh dan penuh intrik untuk saling menyanggah pendapat professor  dari Brazil ini. Seperti tulisan pada hal 66 dalam bukunya Atlantis The Lost Continent Finally Found dikatakan kepada kalayak sekitar duapuluh tahun yang lalu “bahwa akhir zaman Es yang dramatis dipicu oleh letusan gunung berapi super yang sangat besar dari Gunung Krakatau (dan mungkina gunung-gunung lain di sekitarnya). Letusan hebat ini kemudian membuka Selat Sunda, memisahkan pulau Jawa dan Sumatra di Indonesia”.
Sungguh sebuah pernyataan yang bukan sekedar asal omong namun perlu dilakukan pembuktian empiris, tapi cobalah melihat Krakatau sebagai gunung yang sekarang dikatakan sebagai “Anak Krakatau “ tentu secara sederhana punya induk atau paling tidak dulunya lebih atau bahkan lebih besar dari perkiraan sekarang dan bayangkan juga gunung Toba di Sumatra yang telah menjadikan sebuah danau ditengahnya ada pulau dimana dikatakan dulunya adalah sebuah gunung yang besar namun saat ini tidak terlihat sebagai sebuah gunung kecuali tempat tinggal yang nyaman.
Terlepas dari benar atau tidak pendapat Prof. Arysio Santos tentang Atlantis akan membawah dampak buat kita yang tinggal di Indonesia karena suatu saat entah kapan mungkin para pakar tentang Atlantis mendatangi bumi Indonesia untuk melakukan penelitian atau bahkan sisa-sisa penghuni Atlantis sendiri akan berkunjung masih ingat? Dengan Crop Circle-nya Sleman dimana sebuah tanda aneh ditengah sawah pendudukan di wilayah Sleman yang membuat heboh semua orang mengenai kedatangan Alien.
(bersambung…)

Rabu, 05 Januari 2011

Liga Premier Indonesia


Apa yang salah dengan kehadiran LPI, sehingga PSSI (Nurdin Halid dan Sekjennya Nugroho Besus) seperti kecolongan? dan kemudian melaporkan ke Mabes bahwa LPI tidak sah? mari kita bedah satu-satu kenapa si Nurdin CS sampai sebegitu ngototnya tidak mau mundur dari PSSI meski sebagian pecinta bola mendesak mundur.

PSSI yang adalah sebuah organisasi induk sepak bola Indonesia dengan PENDANAAN dari Pemerintah dalam menjalankan roda organisasinya namun juga semua orang tidak meragukan bahwa dalam sebuah pagelaran pertandingan selalu dan selalu melibatkan SPONSOR. jadi? siapapun pengurusnya tentulah akan mendapatkan dana yang berlimpah baik dari APBN maupun dari SPONSOR yang setahu kita tidak pernah dipublikasikan atau diawasi oleh Akuntan Publik dan kalaupun di diawasi oleh Akuntan Publik bangsa kita paling pandai membuat pembukuan ganda.

Nah itu baru sebagian kecil sumber dana yang datang ke PSSI belum yang lain-lainnya, tapi biarlah mereka-mereka para pengurus berkelimpahan dana toh pada akhirnya tidak dibawah mati. Sekarang mari kita lihat kenapa kehadiran LPI begitu mereka benci, tentu ini akan membawah perubahan pada DANA yang akan masuk ke PSSI apabila LPI ini sukses menggelar pertandingan perdana mereka di Solo pada Sabtu 8, Januari 2011 ini, maka berbagai cara mereka lakukan untuk memberangus keberadaan dan kegiatan LPI agar tidak menjadi membesar dan menggusur PSSI.

LPI paling tidak sudah menyatakan bahwa mereka adalah profesional yang tidak mengandalkan APBN atau APBD seperti PSSI dari sisi ini saja sudah sangat berbeda, bahkan seorang Andi Malarangeng dalam berkata-kata selalu tidak pernah memberikan kalimat yang jelas tentang keberadaan LPI ada apa ini?

Tinggal kita semua para pencinta sepak bola, mau berpihak kepada siapa PSSI atau LPI namun demikian harapan kita adalah dunia persepakbolaan Indonesia lebih bisa maju dan profesional bukan menjadi alat politik seperti sekarang ini atau memang kita tidak pernah punya keinginan untuk maju dan selalu mengemis kepada orang lain. salam buat Irfan B, engkau akankah menjadi kerbau yang dicokok atau ....