Jumat, 18 November 2011

Disabilitas dan Stigma Pandangan Masyarakat

Sebagai seorang Ibu ketika melihat bayi yang dilahirkan tidak normal secara phisik hal pertama yang terbersit dalam pikiran adalah “oh Tuhan mengapa demikian” bahkan tidak sedikit pula yang pada akhirnya merasa malu dan berusaha untuk tidak diketahui umum, pada akhirnya anak menjadikan beban dalam kehidupannya. Demikian pula dalam pandangan masyarakat modern hidup adalah sebuah kesempurnaan dalam segala hal termasuk didalamnya secara materi maupun secara sosial. terlebih ada sebuah pandangan makin lengkap segala kebutuhan bisa terpenuhi dan tingkat sosial yang semakin eksklusif akan membuat strata sosial semakin tinggi namun pandangan demikian masih terlalu dini untuk diambil sebagai kesimpulan akhir.

Adalah kaum disabilitas dan pandangan masyarakat yang sampai saat ini masih harus memperjuangkan nasibnya untuk memperoleh kedudukan yang sama di masyarakat umum, pandangan negative dari masyarakat ini tidak bisa dipungkiri hal ini karena ada sebagaian masyarakat normal memandang kaum disabilitas atau difabel sebagai bahan “olokan” dan ada pula kaum disabilitas atau difabel menggunakan kekurangan phisik untuk memperoleh belas kasih sebagaimana terlihat di jalanan meskipun ini hanya sebagaian kecil saja namun stigma negative sudah terlanjur menjadi stigma umum.

Dan apakah mereka yang dikatakan sebagai disabilitas atau difabel juga memilik pandangan yang sama dengan masyarakat normal? Ternyata tidak demikian dari beberapa pengamatan lewat media sosial seperti TV, Koran maupun alat komukasi lain menunjukkan bahwa kaum disabilitas bisa memberikan kontribusi lebih bahkan bisa dikatakan melebih kaum normal meskipun mereka memiliki keterbatasan baik secara phisik maupun mental.

Nicholas James Vujicic  atau dikenal dengan Nick Vujicic seorang International Motivational Speaker dari Australia bisa dikatakan sebagai disabilitas atau difabel akut karena tidak memiliki kaki dan tangan namun telah menunjukkan kematangan dan keahliannya sebagai pemberi semangat yang justru banyak diberikan untuk kaum normal. Kekurangan bukan lagi menjadi kendala dalam beraktifitas maupun bersosialisai namun menjadi pelengkap dalam bermasyarakat.   Mungkin pernah dengar atau melihat di layar kaca melalui tayangan Kick Andy beberapa kali menampilkan tokoh penyandang disabilitas atau difabel yang berhasil mengatasi kekurangannya dan menjadi tokoh patut ditelandani salah satunya Sugeng disabilitas kaki yang akhirnya sukses sebagai pengusaha pembuatan kaki palsu, dan dalam kehidupannya selalu memberikan optimisme kepada siapa saja termasuk masyarakat normal.

Satu lagi perjuangan kaum disabilitas atau difabel Indonesia yang karena kemampuannya dan perjuangannya telah memperoleh hak-haknya yang diwujudkan dalam pembahasan RUU tentang Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas oleh DPR-RI. Inilah betapa mereka kaum disabilitas atau difabel tidak perlu dikasihani namun mereka lebih suka dianggap sebagai bagian dari masyarakat umum yang juga memiliki hak-hak dan martabat yang sama, meskipun mereka sadar bahwa ini semua masih membutuhkan perjuangan yang panjang. http://www.kartunet.com

Banyak contoh telah diberikan oleh kaum disabilitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negara ini tentunya telah membuka masyarakat normal untuk bisa memberikan tempat dan tidak memandang mereka sebagai kekurangan namun lebih dari itu adalah memberikan pandangan yang seimbang dan tidak membedakan mereka di masyarakat.

Perkembangan masyarakat sekarang terhadap kaum disabilitas atau difabel sedikit banyak telah berubah disebabkan oleh sikap pantang menyerahkan maupun ketrampilan yang tidak dimiliki masyarakat normal umumnya, menyimak informasi beberapa waktu lalu lewat media cetak maupun internet kompas.com 21 September 2011 salah satunya dibuka lowongan khusus untuk kaum disabilitas dan karena kekhususannya inilah yang menjadikan kaum disabilitas menjadi istimewa, dari sini bisa dikatakan bahwa penerimaan masyarakat normal tidak lagi memandang kekurangan phisik sebagai bentuk kekurangan namun lebih sebagai penghargaan untuk bisa berjalan seiring sejalan.

Organisasi-organisasi yang telah ada baik dari pemerintah maupun non pemerintah bertujuan untuk pemberdayaan kaum disabilitas atau difabel di Indonesia menunjukkan sekali lagi bahwa mereka telah berani menampilkan diri apanya sehingga tidak lagi menjadi beban di masyarakat. Karya-karya para disabilitas atau difabel sebagaimana telah bersanding dengan karya masyarakat umum menjadikan lebih banyak pilihan dan beragam serta prestasi yang pada akhirnya memberikan keuntungan untuk seluruh elemen masyarakat.

Belum lagi penemuan-penemuan inovasi yang kalau ditelusuri ternyata ditemukan oleh kaum disabilitas atau difabel seperti terori “Big Bang-nya” Prof Stephen Hawking dari Inggris dan banyak lagi penemuan-penemuan dari mereka yang telah mendunia dan bisa diterima oleh masyarakat umum, ini adalah salah satu bukti betapa mereka telah berkarya di antara masyarakat umum yang tidak lagi melihat kekurangan phisik atau disabilitasnya sebagai kekurangan yang harus dijauhkan namun lebih sebagai bentuk perhargaan yang sesungguhnya. http://www.kartunet.com

Inilah harapan masyarakat dan mungkin para kaum disabilitas atau difabel bisa saling memberikan kelebihan dan menutupi kekurangannya sebagai ungkapan syukur bahwa disabilitas atau difabel bukan lagi menjadi hal yang harus ditakuti tapi lebih menjadi kekuatan baru untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan membuang stigma negative terhadap kaum disabilitas atau difabel karena sebagaimana Tuhan menciptakan mahlukNya agar manusia saling belajar dari segala perbedaan yang ada dan bukan mempertajam perbedaan melainkan perbedaan harus disikapi secara arif karena demikianlah sesungguhnya alam ini berjalan. http://www.kartunet.com


Rabu, 16 November 2011

inspiration



In pleasant conditions friend or friends will be a pleasant place, and conditions that can make us happy or unhappy. why because certain things sometimes passes the limits in our thinking.

So to get a lasting friendship that we have to be clever to care for and maintain the situation.

Rabu, 02 November 2011

Seorang Pemalas



 
Adalah seorang pekerja di suatu instansi yang karena tidak diketahui alasannya menjadi sangat malas untuk bekerja, maka manajer kantor tersebut memanggil dan bertanya :
Saya telah memperhatikan kamu dalam beberapa minggu tidak menunjukkan sikap yang bisa memberikan motivasi pada yang lain ada apa?

Sang bawahan menjawab, bapak benar saya telah mengalami masa jenuh dalam karir saya sebagai pekerja dan saya telah mencoba untuk mengatasi hal tersebut namun tetap tidak bisa dan sulit sekali untuk tidak merasa bosan dan jenuh dengan rutinitas ini.


Tanpa berpikir panjang pekerja tersebut membuat permohonan cuti dan mengirimkannya ke SDM, selang berbulan-bulan sang pekerja kembali memasuki kantor namun apa yang ditemui, hampir diantara pekerja tidak ada yang dikenal maupun mengenalnya, dia mulai bertanya-tanya dimana sang manajer dan dimana rekan-rekan yang lain? Namun yang ditanya tidak banyak mengetahui dan bahkan tidak memberikan jawaban yang pasti. Akhirnya setelah ingat baru dia menghubungi sang manajer yang dulunya menjadi atasnya “bagaimana sekarang saya harus berbuat apa karena tidak satu orangpun di kantor ini yang tahu saya harus melakukan apa?” Dari ujung telpon sang manajer menjawab kalem bahwa semua sudah berubah meskipun rutinitas tetap sama dari dulu, tapi sang pekerja belum mengerti juga.

Sang manajer kembali memberikan jawaban; anda seharusnya sadar saat melakukan sesuatu bukankah hidup ini hanya rutinitas “bangun pagi mandi, berpakaian menjalankan aktivitas kemudian kembali tidur dan bangun lagi begitu seterusnya” dan sekarang karena anda telah mengambil cuti begitu lama maka posisi anda otomatis ditempati orang lain yang tidak pernah merasa jenuh dengan pekerjaannya dan pekerja di kantor itu hampir semua bisa dikatakan orang baru yang naik posisi jabatannya karena prestasi dan mereka menikmati pekerjaannya. Sementara saya sendiri sekarang menempati posisi baru sebagai kepala cabang di kota lain, jadi silakan menghubungi kembali SDM apakah anda masih ditetapkan sebagai pekerja atau tidak.

Selasa, 15 Maret 2011

Atlantis dan Crop Circle di Sleman II



Metrotvnews.com, Connecticut: Tim peneliti Amerika Serikat kemungkinan bisa mengungkap kota yang hilang Atlantis, metropolis legendaris yang dipercaya tenggelam oleh Tsunami ribuan tahun. Kota itu kini ada di wilayah berlumpur di Spanyol selatan.

"Ini adalah kekuatan dari Tsunami," kata ketua peneliti Richard Freund kepada Reuters, Sabtu (12/3) lalu. Menurut Freund, yang sulit dipercaya yakni wilayah kota hilang Atlantis itu kini berjarak 60 mil dari pantai.

Freund, profesor dari Universitas Hartford, Connecticut, AS, membeberkan, untuk memecahkan misteri keberadaan Atlantis itu, tim menggunakan foto satelit dan menduga telah menemukan situs tersebut di wilayah utara Cardiz, Spanyol. Terkubur di bagian rawa-rawa yang luas di kawasan Dona Ana Park, yang menunjukkan tanda-tanda keberadaan Atlantis.

"Kami menemukan sesuatu yang tidak didapat oleh orang lain sebelumnya. Penemuan yang bisa dipercaya, terutama untuk arkeologi. Penemuan yang sangat masuk akal," kilah Freund.

Filsuf Yunani Plato menulis tentang Atlantis sekitar 2.600 tahun yang lalu. Ia menggambarkannya sebagai sebuah pulau yang terletak di selat yang disebut Pilar Hercules--sebagai Selat Gibraltar yang dikenal di zaman kuno. Menggunakan laporan lengkap Plato tentang Atlantis sebagai peta, pencarian difokuskan di kawasan Mediterania.

Sedangkan Tsunami di wilayah tersebut telah didokumentasikan selama berabad-abad. Freund menyebutkan salah satu yang terbesar  adalah gelombang pasang yang menerjang Lisabon, Portugal, pada November 1755
 
Dengan demikian tulisan mengenai Atlantis dan Crop cirlce di Sleman saya akhiri semoga menjadikan kita lebih terbuka soal keberadaan Atlantis maupun pendapat para pakar di bidangnya. salam....

Senin, 24 Januari 2011

Atlantis dan Crop Circle di Sleman


Adalah Prof. Arysio Santos seorang geolog dan fisikawan nuklir Brazil yang telah melakukan penelitian selama kurang lebih 30 tahun untuk membuktikan bahwa Atlantis benar adanya dan bukan sekedar rekaan seorang Plato, tentu sebagai seorang pakar dalam bidangnya Prof. Arysio tidak berani sembarangan mempertaruhkan kreditbilitas dengan memberikan argumentasi-argumentasi alah kadarnya.
Dan yang lebih mengejutkan beliau berani “menyatakan bahwa Atlantis benar adanya dan benar pula keberadaan disekitar wilayah Indonesia” yang membuat dunia arkeologi heboh dan penuh intrik untuk saling menyanggah pendapat professor  dari Brazil ini. Seperti tulisan pada hal 66 dalam bukunya Atlantis The Lost Continent Finally Found dikatakan kepada kalayak sekitar duapuluh tahun yang lalu “bahwa akhir zaman Es yang dramatis dipicu oleh letusan gunung berapi super yang sangat besar dari Gunung Krakatau (dan mungkina gunung-gunung lain di sekitarnya). Letusan hebat ini kemudian membuka Selat Sunda, memisahkan pulau Jawa dan Sumatra di Indonesia”.
Sungguh sebuah pernyataan yang bukan sekedar asal omong namun perlu dilakukan pembuktian empiris, tapi cobalah melihat Krakatau sebagai gunung yang sekarang dikatakan sebagai “Anak Krakatau “ tentu secara sederhana punya induk atau paling tidak dulunya lebih atau bahkan lebih besar dari perkiraan sekarang dan bayangkan juga gunung Toba di Sumatra yang telah menjadikan sebuah danau ditengahnya ada pulau dimana dikatakan dulunya adalah sebuah gunung yang besar namun saat ini tidak terlihat sebagai sebuah gunung kecuali tempat tinggal yang nyaman.
Terlepas dari benar atau tidak pendapat Prof. Arysio Santos tentang Atlantis akan membawah dampak buat kita yang tinggal di Indonesia karena suatu saat entah kapan mungkin para pakar tentang Atlantis mendatangi bumi Indonesia untuk melakukan penelitian atau bahkan sisa-sisa penghuni Atlantis sendiri akan berkunjung masih ingat? Dengan Crop Circle-nya Sleman dimana sebuah tanda aneh ditengah sawah pendudukan di wilayah Sleman yang membuat heboh semua orang mengenai kedatangan Alien.
(bersambung…)

Rabu, 05 Januari 2011

Liga Premier Indonesia


Apa yang salah dengan kehadiran LPI, sehingga PSSI (Nurdin Halid dan Sekjennya Nugroho Besus) seperti kecolongan? dan kemudian melaporkan ke Mabes bahwa LPI tidak sah? mari kita bedah satu-satu kenapa si Nurdin CS sampai sebegitu ngototnya tidak mau mundur dari PSSI meski sebagian pecinta bola mendesak mundur.

PSSI yang adalah sebuah organisasi induk sepak bola Indonesia dengan PENDANAAN dari Pemerintah dalam menjalankan roda organisasinya namun juga semua orang tidak meragukan bahwa dalam sebuah pagelaran pertandingan selalu dan selalu melibatkan SPONSOR. jadi? siapapun pengurusnya tentulah akan mendapatkan dana yang berlimpah baik dari APBN maupun dari SPONSOR yang setahu kita tidak pernah dipublikasikan atau diawasi oleh Akuntan Publik dan kalaupun di diawasi oleh Akuntan Publik bangsa kita paling pandai membuat pembukuan ganda.

Nah itu baru sebagian kecil sumber dana yang datang ke PSSI belum yang lain-lainnya, tapi biarlah mereka-mereka para pengurus berkelimpahan dana toh pada akhirnya tidak dibawah mati. Sekarang mari kita lihat kenapa kehadiran LPI begitu mereka benci, tentu ini akan membawah perubahan pada DANA yang akan masuk ke PSSI apabila LPI ini sukses menggelar pertandingan perdana mereka di Solo pada Sabtu 8, Januari 2011 ini, maka berbagai cara mereka lakukan untuk memberangus keberadaan dan kegiatan LPI agar tidak menjadi membesar dan menggusur PSSI.

LPI paling tidak sudah menyatakan bahwa mereka adalah profesional yang tidak mengandalkan APBN atau APBD seperti PSSI dari sisi ini saja sudah sangat berbeda, bahkan seorang Andi Malarangeng dalam berkata-kata selalu tidak pernah memberikan kalimat yang jelas tentang keberadaan LPI ada apa ini?

Tinggal kita semua para pencinta sepak bola, mau berpihak kepada siapa PSSI atau LPI namun demikian harapan kita adalah dunia persepakbolaan Indonesia lebih bisa maju dan profesional bukan menjadi alat politik seperti sekarang ini atau memang kita tidak pernah punya keinginan untuk maju dan selalu mengemis kepada orang lain. salam buat Irfan B, engkau akankah menjadi kerbau yang dicokok atau ....