Selasa, 26 Oktober 2010

Mbah Marijan Tewas


Pagi ini ramai diberitakan lewat media elektronik, maupun cetak bahwa Mbah Marijan telah meninggal karena hawa panas gunung merapi atau dikenal dengan Wedus Gembel oleh masyarakat Sleman, Magelang dan sekitarnya atau Jawa Tengah dan DI. Yogjakarta pada umumnya. Hawa panas inilah yang datang tidak bisa diprediksikan dan menyebabkan tokoh gunung Merapi atau mbah Marijan meninggal.

Menurut sumber media elektronik (Metro TV/ TV One) jasad mbah Marijan ditemukan dalam posisi bersujud dikamarnya, jasadnya dikenali oleh anaknya karena mengenakan kopia dan batik kesenangan. Memang Merapi sampai saat ini belum mengeluarkan letusan yang Dahsyat namun diharapkan adalah masyarakat sekitar Merapi tidak perlu mempertahankan dirinya dengan kondisi apa adanya dan itu sangat berbahaya.

Akhirnya tokoh Merapi harus mengahiri hidupnya di kamar rumahnya bersama beberapa orang yang menemani untuk menyaksikan Merapi meletus. Selamat Jalam Mbah Marijan

Rabu, 13 Oktober 2010

Freedom 2

As my previous article about freedom, this time I try to re-write of freedom from a different perspective of each individual. Some friends who asked a lot is also a matter of freedom that gives the right of human beings who actually have owned since birth (the inherent right) but not a few others provide a limited freedom because when we declare ourselves free then as well as other people have and express these freedoms.

You can imagine when all of creatures called human beings express their freedom, the right to use all the space and use,? confusing this is where we are as sentient creatures should realize that we live in this world need the attitude to respect each other not to impose the will because when we want something, then others may also want the same thing.
Is there absolute freedom? of course there is and it owned the Creator, humans as creatures who pass through intellect, mind and certainly not animals can understand this better than animals. It means freedom given to human remains but also to the human need to split up the other and more importantly NOT to impose the will to gain freedom itself.

Minggu, 10 Oktober 2010

17 Tahun Profesi Germo

Sepenggal cerita seorang anak yang karena tidak mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya yang telah bercerai dan sama sekali tidak mempedulikan nasib anaknya, sungguh ini sebuah kisah yang sangat memilukan dan sepertinya kita tidak pantas kalau menimpahkan kesalahan ini kepada si anak.


Banyak orang tua yang selalu bilang kepada anak-anaknya saat bercerai bahwa kita sekarang hidup tidak lagi dengan Ayah atau Ibu jadi tidak ada masalah kan? namun coba amati kasus Ver salah satu tersangka germo yang masih ingusan diusia yang baru 17 tahun tetapi sudah memiliki profesi sebagai germo dengan belasan anak buah.

Siapa sangka, Ver (17) germo cilik sekaligus pekerja seks komersial (PSK) yang punya belasan anak buah, ternyata siswi yang pintar. Semasa SD dan SMP sebelum dikeluarkan dari sekolahnya, dia selalu masuk peringkat 10 besar di kelasnya.

Namun kecerdasan itu tak mendapat perhatian semestinya. Orangtuanya yang tinggal di Lamongan tergolong miskin. Saat pindah ke Surabaya, Ver hidup dalam lingkungan yang membuatnya nakal. Sampai akhirnya ia masuk dalam dunia hitam dan ditangkap anggota Satuan Pidana Umum (Sat Pidum) Reskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (7/10) tengah malam.

Kini masalah Ver yang terakhir indekos di Jl Pakis Sidokumpul I itu bertumpuk-tumpuk. Selain menjadi tersangka dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara karena menjual belasan anak di bawah umur seusia SMP dan SMA sebagai PSK, Ver juga tengah hamil tanpa suami......(sumber Kompas.com - 11 Oktober 2010)
 
Nah, sekarang tinggal orang tua dan tentunya pemerintah bisa memberikan jalan keluar untuk pendidikan terhadap Ver-ver yang lain agar tidak kembali mengikuti jejak seperti ini. Ironis !!!

Jumat, 08 Oktober 2010

Kebebasan

Seperti artikel saya terdahulu tentang kebebasan, kali ini saya coba kembali menulis kebebasan dari sudut pandang yang berbeda dari setiap individu. Beberapa teman yang ditanya masalah kebebasan banyak juga yang memberikan sebagai hak yang sebenarnya telah dimiliki manusia sejak lahir (hak yang melekat didirinya)namun tidak sedikit pula yang memberikan sebagai kebebasan yang terbatas karena ketika kita menyatakan diri kita bebas maka demikian juga orang lain memiliki dan menyatakan kebebasan tersebut.

Bisa dibayangkan ketika semua mahluk yang bernama manusia menyatakan kebebasannya maka semua ruang berhak untuk digunakan dan menggunakan,? bingungkan disinilah seharusnya kita sebagai mahluk CiptaanNya menyadari bahwa kita hidup di dunia ini perlu sikap untuk saling menghargai bukan untuk memaksakan kehendak karena ketika kita menghendaki sesuatu hal, maka orang lain kemungkinan juga menghendaki hal yang sama.

Apakah kebebasan mutlak ada? tentu saja ada dan itu Milik Sang Pencipta, manusia sebagaimana CiptaanNya yang telah dibekali akal, budi dan bukan binatang tentu lebih bisa memahami hal ini daripada binatang. Artinya kebebasan tetap diberikan kepada manusia namun perlu dibagi juga kepada manusia yang lain dan yang lebih penting TIDAK memaksakan kehendak untuk memperoleh kebebasan itu sendiri.

Senin, 04 Oktober 2010

Edan Pelacur Sengaja Menularkan Sifilis

Anda mungkin tidak pernah membayangkan betapa dunia pengobatan ternyata juga penuh intrik yang kadang menghalalkan segala cara simak: Tulisan dari detik.com ini

Pengobatan penyakit kelamin sifilis atau raja singa paling mempan menggunakan antibiotik. Tapi ternyata penggunaan antibiotik untuk mengobati sifilis diuji dengan cara yang ekstrim dengan membayar pelacur bayaran untuk menulari ratusan narapidana.

Di era 1940-an, ratusan narapidana di Penjara Guatemala terinfeksi raja singa atau sifilis. Gara-garanya, beberapa pelacur sengaja didatangkan untuk menulari para narapidana dalam sebuah eksperimen tentang antibiotik.


Eksperimen tersebut terjadi antara tahun 1946-1948 dan melibatkan total 696 orang. Sebagian besar di antaranya adalah para narapidana yang tertular dari sejumlah pelacur yang sengaja didatangkan untuk menularkan raja singa.

Bukan hanya lewat hubungan seks dengan si pelacur, beberapa di antaranya ditulari secara paksa lewat suntikan. Larutan berisi bakteri penyebab sifilis langsung disuntikkan di lengan, wajah dan kemaluan para narapidana.

Setelah terinfeksi, para narapidana diberi pengobatan antibiotik berupa penisilin. Diduga kuat, eksperimen ini memang bertujuan untuk mengukur efektivitas penisilin dalam mengatasi sifilis.

Dikutip dari CBC, Senin (4/10/10), fakta itu terungkap dalam penelitian Susan Reverby, seorang sejarawan medis dari Wellesley College di Massachusetts. Bahkan terungkap, eksperimen serupa juga dilakukan dalam skala yang lebih kecil di sebuah barak militer dan rumah sakit jiwa.

Temuan itu langsung mendapat reaksi dari berbagai pihak, karena dinilai sangat melanggar etika dan tidak bermoral. Bahkan eksperimen itu dinilai melanggar aturan yang berlaku tentang pendanaan riset pada manusia oleh Amerika.

Tak terkecuali, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton secara khusus angkat bicara terkait eksperimen tersebut. Hillary menyampaikan permintaan maafnya saat berpidato Jumat pekan lalu.

"Meski terjadi 64 tahun lalu, kami mengecam ada penelitian semacam itu yang menggunakan kedok kesehatan masyarakat. Kami menyampaikan maaf untuk siapapun yang terkena dampak dari eksperimen menjijikkan tersebut," kata Hillary.